7 Kesalahan Umum Saat Menulis Berita Kegiatan

7 Kesalahan Umum Saat Menulis Berita Kegiatan

Menulis berita kegiatan terlihat sederhana, tetapi banyak naskah masih terasa seperti laporan, bukan berita. Akibatnya, informasi penting sulit ditemukan dan pembaca cepat kehilangan minat.
Terdapat tujuh kesalahan umum yang perlu dihindari saat menulis berita kegiatan.

  1. Tidak Memuat Unsur 5W+1H
    Berita sebaiknya menjawab unsur what, who, when, where, why, dan how. Jika salah satu unsur penting tidak dicantumkan, pembaca akan kesulitan memahami kegiatan secara utuh.
    Naskah perlu menjelaskan kegiatan yang dilakukan, pihak yang terlibat, waktu dan tempat pelaksanaan, alasan kegiatan diselenggarakan, serta proses pelaksanaannya.
  2. Pembukaan Terlalu Panjang
    Kesalahan yang sering terjadi ialah memulai berita dengan uraian latar belakang yang terlalu panjang.
    Bagian awal sebaiknya langsung menyampaikan inti kegiatan. Informasi pendukung dapat dijelaskan pada paragraf berikutnya.
  3. Menulis Seperti Laporan Kegiatan
    Berita berbeda dengan laporan. Uraian terlalu rinci tentang susunan acara, sambutan, atau tahapan kegiatan yang tidak memiliki nilai informasi bagi pembaca sebaiknya dihindari.
    Pilih fakta yang paling penting dan relevan.
  4. Judul Terlalu Umum
    Judul seperti “Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat” belum cukup menarik.
    Judul sebaiknya menunjukkan kegiatan, sasaran, atau manfaatnya. Contohnya:
    “Mahasiswa Berikan Pelatihan Pemasaran Digital bagi Pelaku UMKM Desa.”
  5. Terlalu Banyak Bahasa Seremonial
    Ungkapan seperti acara berlangsung dengan lancar dan meriah sering digunakan, tetapi tidak selalu memberikan informasi penting.
    Fakta atau hasil kegiatan sebaiknya dijelaskan secara konkret.
  6. Tidak Menyertakan Kutipan dan Hasil Kegiatan
    Kutipan narasumber dapat membuat berita lebih hidup dan memperkuat informasi.
    Penulis tidak cukup hanya menjelaskan proses kegiatan. Hasil, manfaat, tanggapan peserta, atau tindak lanjut kegiatan perlu dicantumkan jika tersedia.
  7. Foto Tidak Relevan atau Tanpa Keterangan
    Foto merupakan bagian penting dalam berita kegiatan. Foto yang dipilih harus benar-benar menggambarkan aktivitas, bukan hanya dokumentasi foto bersama.
    Keterangan foto dan sumbernya perlu dicantumkan. Pastikan foto tersebut memiliki izin untuk dipublikasikan.
    Berita yang Baik Tidak Harus Panjang
    Berita kegiatan yang baik bukanlah berita yang paling panjang, melainkan berita yang mampu menyampaikan informasi secara jelas, faktual, ringkas, dan menarik.
    Naskah perlu diperiksa kembali sebelum dikirim. Pastikan berita memiliki judul yang informatif, unsur 5W+1H, hasil kegiatan, kutipan yang relevan, serta dokumentasi yang mendukung.
    Penghindaran terhadap tujuh kesalahan tersebut dapat membuat naskah kegiatan lebih mudah dibaca dan memiliki nilai publikasi yang lebih kuat.
    wartapengabdi.id — Mengabarkan Aksi, Menginspirasi Negeri.