Menulis berita kegiatan tidak cukup hanya menceritakan bahwa sebuah acara telah berlangsung. Berita yang baik perlu menyampaikan informasi secara jelas, runtut, dan mudah dipahami pembaca. Salah satu cara paling sederhana adalah menggunakan unsur 5W+1H, yaitu what, who, when, where, why, dan how.
Unsur what menjelaskan kegiatan apa yang dilakukan. Informasi ini menjadi inti berita, misalnya pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, seminar, pendampingan UMKM, kegiatan sosial, atau program lingkungan.
Unsur who menjelaskan siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Penulis dapat menyebutkan penyelenggara, peserta, narasumber, mitra, maupun kelompok masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan.
Unsur when memuat waktu pelaksanaan kegiatan, baik berupa hari, tanggal, maupun rentang waktu. Informasi waktu membantu pembaca mengetahui kapan kegiatan berlangsung.
Unsur where menjelaskan lokasi kegiatan. Lokasi sebaiknya ditulis secara spesifik, misalnya nama desa, sekolah, kampus, balai desa, puskesmas, atau tempat lain yang digunakan.
Unsur why menjelaskan alasan atau tujuan kegiatan. Bagian ini penting karena menunjukkan latar belakang kegiatan, permasalahan yang ingin dijawab, maupun manfaat yang ingin dicapai.
Unsur how menjelaskan bagaimana kegiatan dilaksanakan. Penulis dapat memaparkan tahapan kegiatan, metode yang digunakan, bentuk partisipasi peserta, hingga hasil yang diperoleh.
Praktik dari keenam unsur tersebut tidak harus ditulis dalam urutan yang kaku. Penulis dapat menempatkan informasi paling penting pada bagian awal berita, kemudian melengkapinya dengan penjelasan pada paragraf berikutnya.
Selain 5W+1H, berita kegiatan akan lebih kuat jika dilengkapi kutipan narasumber, data pendukung, hasil kegiatan, serta foto yang relevan. Judul juga sebaiknya singkat, informatif, dan menggambarkan inti kegiatan.
Sebagai contoh, berita mengenai pelatihan literasi digital dapat dibuka dengan informasi tentang siapa penyelenggara, kegiatan apa yang dilakukan, kepada siapa kegiatan ditujukan, di mana dan kapan berlangsung, serta tujuan utama pelatihan tersebut.
Penggunaan 5W+1H membantu penulis menghindari berita yang terlalu umum atau hanya berisi dokumentasi kegiatan. Struktur ini membuat informasi lebih lengkap dan memudahkan pembaca memahami kegiatan secara cepat.
Bagi mahasiswa, dosen, sekolah, komunitas, maupun organisasi, kemampuan menulis berita dengan 5W+1H juga membantu mendokumentasikan kegiatan secara lebih profesional. Berita yang tersusun baik dapat menjadi rekam jejak kegiatan sekaligus media untuk menyebarkan praktik baik kepada masyarakat.
wartapengabdi.id membuka ruang publikasi bagi berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pengabdian, pemberdayaan, komunitas, dan aktivitas kemasyarakatan lainnya.

